Langsung ke konten utama

Postingan

Makanlah Sebelum Lapar dan Berhentilah Sebelum Kenyang

Idul Adha telah berlalu, pertanda bahwa disetiap rumah memiliki simpanan danging sapi dan kambing . Karena Idul Adha merupakan ajang berbagi kebaikan, salah satunya adalah berbagi daging. Yeay! Daging sapi dan kambing memiliki banyak manfaat jika dikonsumsi secara tepat. Tentunya sesuai dengan kebutuhan teman bagi. Kita dianjurkan mengonsumsi daging sebanyak 300-600gr/ minggu atau sekitar 6-12 potong sedang/minggu. Jika berlebihan maka akan berdamapak bagi kesehatan teman bagi loh. Apa saja dampak negatifnya jika mengonsumsi daging berlebihan? Berikut ini akan kami jelaskan. Daging merah yang ada pada kambing dan sapi memiliki kadar kolesterol yang tinggi yaitu sekitar 75mg/100 gr daging. Asupan kolesterol yang melebihi batas, akan ditimbun dalam tubuh dan diangkut melalui pembuluh darah. Dalam waktu yang lama, kolesterol akan membentuk plak dan menyumbat pembuluh darah sehingga akan menimbulkan penyakit jantung dan stroke. Kolesterol tidak dapat dioksidasi di dalam tubuh untuk...

Tips Mengempukkan Daging

Halo teman bagi… Tak terasa lebaran idul adha telah usai yaa… para jemaah yang pergi ke tanah suci sudah mulai mendarat cantik di tanah air. Tapi sisa-sisa momen hari raya Qurban tersebut tentunya masih ada ya. Coba cek kulkas masing-masing dirumah, masihkah tersisa daging?? Hehehe… Kali ini, Tim Bagi akan berbagi tips cara mengempukkan daging. Tentunya ini info penting untuk teman bagi yang suka di dapur ya. Tahukah teman bagi, bahwa metode pemasakan memengaruhi kualitas daging, dimana metode pemasakan sendiri dipengaruhi oleh suhu dan lama pemasakan. Lama waktu pemasakan dapat memengaruhi kualitas daging karena struktur mikro dan kandungan nutrien daging berubah. Nah, ini ada beberapa bahan alami yang muah didapat, yang dapat membuat daging empuk: 1. Bersisik bukannya ikan, berpayung bukannya raja. Yup, nanas! Kandungan enzim bromelin dalam nanas ternyata mampu mengempukkan daging. Bromelin termasuk dalam golongan protease yang dapat mendegradasi kolagen daging, sehi...

#SinggahBagi ke Komunitas Jendela Jakarta

Minggu, 25 September 2016. Kami mengadakan #SinggahBagi ke Komunitas Jendela Jakarta. Disini kami bermain UTS "Ular Tangga Sehat" yang berisi tentang pertanyaan seputar gizi & kesehatan. Seru sekali #SinggahBagi kemarin sore karena kami tak hanya bermain tapi belajar tentang gizi yang menyenangkan. Semoga dapat berkolaborasi bersama lagi dengan Jendela Jakarta & terima kasih kepada #TemanBagi yang telah hadir di #Singgah bagi kali ini. Salam SemangART Sehatkan Negeri ๐Ÿ™†๐Ÿป

#SinggahBagi

Halo Teman Bagi, Yuk berkontribusi positif dengan datang bermain bersama kami dengan anak-anak di Komunitas Jendela. Kali ini Menebar Gizi akan bermain Ular Tangga Sehat bersama adik-adik dengan tema Sarapan loh ๐Ÿ“†Hari, Tanggal : Minggu, 25 September 2016 ⏰Waktu : 13.30 - selesai ๐ŸšฉTikum : Stasiun Manggarai ๐Ÿ‘˜Dress code : Abu - Oren Yuk datang! Karena kami menunggu kontribusi positifmu di #SinggahBagi kali ini Salam SemangART Sehatkan Negeri ๐ŸŠ๐ŸŠ๐ŸŠ https://www.instagram.com/menebargizi/

Cerita Tanin Dalam Teh

Tanin mempunyai nama lain yang biasa disebut asam tanat dan asam galotanat, ada yang tidak berwarna tetapi ada juga yang berwarna kuning atau coklat. Asam tanat mempunyai berat molekul 1.701. Tanin terdiri dari sembilan molekul asam galat dan molekul glukosa. Tanin terkandung pada beberapa tanaman, dalam hal ini akan dibahas mengenai kandungan tanin pada teh. Teh adalah jenis tumbuhan yang biasa kita ambil daunnya untuk kita minum. Beberapa jenis teh yang kita ketahui ragamnya, ada teh hitam dan teh hijau. Tanin sendiri memiliki campuran polifenol yang sulit untuk dipisahkan karena substrat ini sulit untuk mengkristal, mudah teroksidasi dan berpolimerisasi dalam larutan dan kelarutannya dalam pelarut sangat rendah. Oleh karena itu untuk memisahkan atau mengisolasikan senyawa tanin sangat sulit. Tanin juga dapat menyamak kulit dengan cara mengikat protein menjadi tahan terhadap enzim proteolitik. Tanin terbagi menjadi 2 kelas secara kimia yaitu berdasarkan adanya gugus fenolik...

Tips : Mencegah Kegemukan pada Anak

Hai Teman Bagi, masalah kegemukan dan obesitas di Indonesia terjadi pada semua kelompok umur dan pada semua strata sosial ekonomi. Kejadian kegemukan juga dapat menyerang anak-anak dan merupakan masalah yang serius karena kegemukan yang terjadi saat anak-anak akan berlanjut hingga usia dewasa jika tidak ditanggulangi secara serius. Kegemukan dan obesitas pada anak berisiko berlanjut ke masa dewasa, dan merupakan penyeban terjadinya berbagai penyakit metabolik dan degeneratif   seperti penyakit kardiovaskuler, diabetes mellitus, kanker, osteoartritis, dll. Untuk menghindari kegemukan saat anak-anak, berikut tips mencegah kegemukan pada anak: 1. Biasakan pola makan yang benar, sesuaikan porsi dengan usianya 2. Jangan biasakan makan setiap anak memintanya tetapi aturlah waktu makannya 3. Biasakan anak memiliki kegiatan fisik untuk bermain 4. Upayakan untuk memberikan ASI eksklusif. Menurut hasil penelitian, anak yang diberi ASI eksklusif kecil kemungkinan untu...

Tips : Mencegah Berat Badan Kurang pada Anak

Halo Teman Bagi… Apakah kalian sering menjumpai anak-anak yang kurus dan berat badannya tak kunjung naik? Untuk terhindar dari hal tersebut, berikut Tim Bagi sampaikan beberapa tips untuk mencegahnya ya. Tips Mencegah Berat Badan Kurang: 1. Pada saat makan, kondisikan suasana yang menyenangkan agar anak menikmati makanannya. 2. Aturlah porsi makannya. Porsi makan yang besar dapat menurunkan nafsu makan anak. 3. Jika anak tidak nafsu makan, segera cari penyebabnya. 4. Jangan memaksa anak untuk makan, karena paksaan tersebut akan mengganggu anak dan membuat anak jadi trauma untuk makan. 5. Lakukan penimbangan Berat Badan secara rutin guna memantau berat badannya, apakah sesuai atau tidak. Yuk sampaikan kepada kerabat kita, agar mereka terhindar dari yaa Teman Bagi Salam SemangART Sehatkan Negeri