Langsung ke konten utama

Makanlah Sebelum Lapar dan Berhentilah Sebelum Kenyang



Idul Adha telah berlalu, pertanda bahwa disetiap rumah memiliki simpanan danging sapi dan kambing . Karena Idul Adha merupakan ajang berbagi kebaikan, salah satunya adalah berbagi daging. Yeay!

Daging sapi dan kambing memiliki banyak manfaat jika dikonsumsi secara tepat. Tentunya sesuai dengan kebutuhan teman bagi. Kita dianjurkan mengonsumsi daging sebanyak 300-600gr/ minggu atau sekitar 6-12 potong sedang/minggu. Jika berlebihan maka akan berdamapak bagi kesehatan teman bagi loh. Apa saja dampak negatifnya jika mengonsumsi daging berlebihan? Berikut ini akan kami jelaskan.

Daging merah yang ada pada kambing dan sapi memiliki kadar kolesterol yang tinggi yaitu sekitar 75mg/100 gr daging. Asupan kolesterol yang melebihi batas, akan ditimbun dalam tubuh dan diangkut melalui pembuluh darah. Dalam waktu yang lama, kolesterol akan membentuk plak dan menyumbat pembuluh darah sehingga akan menimbulkan penyakit jantung dan stroke. Kolesterol tidak dapat dioksidasi di dalam tubuh untuk dijadikan sebagai sumber energi. Oleh karena itu satu-satunya cara untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah adalah dengan memperbesar jumlah ekskresi asam empedu/garam empedu.

Untuk menghindari dampak negatif tersebut, pastikan teman bagi mengonsumsi daging tidak berlebihan dan meningkatkan konsumsi makanan sumber serat makanan seperti sayur dan buah.

Ingatlah bahwa kesehatan teman bagi merupakan investasi terbaik untuk masa depan. Konsumsilah daging dengan sadar, secukupnya, seperlunya.

Salam SemangART Sehatkan Negeri !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Remove, Restore, Rebalance

Menjaga kesehatan tentu harus dimulai dari diri sendiri serta lingkungan. Selain bumi, yang harus dijaga dengan konsep 3R (reduce, reuse, recycle), tubuh kita juga perlu dijaga dengan konsep 3R yaitu Remove, Restore, Rebalance. Seperti apakah 3R tersebut? Yuk kita simak berikut ini : 1. Remove   Mari kita singkirkan perlahan makanan/minuman antinutrisi, makanan siap saji dan yang mengandung bahan kimia sintetis. Contohnya, untuk Teman Bagi yang tadinya konsumsi fast food seminggu sekali, bisa jadi 2 minggu sekali atau sebulan sekali, hingga terbiasa tidak sama sekali. 2. Restore You are what you eat!, memperbaiki asupan tentu akan berdampak pada kesehatan tubuh dan status gizi. 3. Rebalance Keseimbangan hidup dan belajar mengelola stress menjadi aspek yang paling penting karena memiliki dampak besar bagi keseimbangan hormon. Jika ketidakseimbangan dibiarkan terlalu lama, maka akan beresiko mengalami kegemukan dan memicu timbulnya penyakit. Be...

Manakah Pisang yang Baik Bagi Kesehatan?

Tahukah kamu? Sebuah studi yang dilakukan oleh Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran Universitas Hong Kong, peneliti menemukan bahwa Banlec (Banana Lectin) sebuah derivat protein dari bercak-bercak hitam pada Pisang ternyata dapat berfungsi sebagai anti -HIV, mencegah pembentukan sel tumor, serta memperkuat sistem imun tubuh. Dengan mengkonsumsi 1 buah pisang dengan kulit bercak hitam per hari dapat meningkatkan sistem kekeb alan tubuh Teman Bagi loh. (Sumber : Musa acuminata (Del monte banana) lectin is a fructose binding lectin with cytokine-including activity. Cheung AH, Wong JH, Ng TB. Department of Biochemistry, Faculty of Medicine, The Chinese University of Hong Kong, Shatin, New Territories, Hong Kong, China) Salam SemangART Sehatkan Negeri 

Buah Nanas, Kaya Manfaat

Buah nanas merupakan salah satu buah tropis yang banyak penggemarnya, mungkin Teman Bagi termasuk salah satunya. Selain warnanya yang cerah, Nanas mengandung vitamin C & A yang dikenal memiliki aktivitas sebagai antioksidan yang mampu melindungi tubuh dari berbagai serangan penyakit diantaranya yaitu kanker, jantung koroner & penuaan dini. Dalam 100 gram nanas mengandung vitamin C & A (retinol) masing-masing sebesar 24,0 miligram & 39 miligram. Kandu ngan antioksidan pada nanas sangat bermanfaat untuk tubuh manusia yang amat rentan terhadap pengaruh radikal bebas yang bersumber dari sinar ultraviolet, asap bermotor & bahan pengawet makanan. Hasil penelitian ilmiah menunjukkan bahwa kandungan senyawa fenolik antara lain myriceti, quercetin, tyramine & ferulic acid-buah nanas mampu meredam reaksi berantai radikal bebas dalam tubuh, yang pada akhirnya dapat menekan terjadinya penyakit kanker. Bukan hanya memiliki antioksidan, nanas juga memiliki zat alami...